Sabtu, 02 Mei 2015

Teks Ulasan Film


Demi Sebuah Kebahagiaan

 

 ORIENTASI
Judul Film                  :   Radit & Jani
            Sutradara                   :  Upi
Penulis                        :  Vino G. Bastian, Fahrani, Mario Merdhitia, Nungki
                                      Kusumastuti, Joshua Pandelaki.                                        
Penulis                        :  Upi
Produser                     :  Adiyanto Sumarjono
Rumah Produksi          : Investasi Film Indonesia
Tahun                          : 2008

Radit dan Jani adalah sebuah film Indonesia yang disutradari oleh Upi dengan pemain utamanya adalah Radit yang diperankan oleh Vino G.Bastian dan Anjani atau Jani yang diperankan oleh Fahrani. Mengambil tema tentang cinta, sang sutradara memberikan kisah cinta yang berbeda dalam film ini, cinta yang klasik tergambar di film ini. Kisah cinta brutal romantic menjadi daya tarik dalam film Radit dan Jani., Dilatar belakangi kisah tentang upaya mempertahankan cinta yang tidak direstui, di tengah kondisi serba kekurangan dan belitan narkoba. Radit & Jani berusaha mempertahankan cinta mereka akibat kebodohan mereka sendiri, dan melakukan segala cara untuk mempertahankan cinta mereka, sekalipun harus melakukan hal-hal yang criminal serta brutal demi untuk mempertahankan hidup dan cinta mereka.
     TAFSIRAN
                   
                         TEMA CINTABRUTAL ROMATIS
Asal bersama orang tercinta, segala hal pahit dan susah pun bisa dilewati. Seperti itulah kenyataan kedua pasangan muda di film Radit dan Jani, walaupun hidup dengan kondisi yang memprihatinkan, mereka enjoy saja menjalaninya. Sejatinya Jani adalah seorang perempuan yang berasal dari keluarga berada, namun ia nekat melarikan diri dan kawin dengan musisi rock star yang idialis yang tidak memiliki penghasilan tetap dan dia adalah seorang pecandu narkoba. Jani memang menerima tulus semua kenyataan yang dialami suaminya Radit, ketulusan cinta diantara mereka memang begitu terlihat dan ditonjolkan dalam film ini.
Ada beberapa scene yang dianggap brutal dalam film ini, yang dilakoni oleh kedua pasangan muda radit dan jani. Salah satunya, dalam keadaan  tidak punya uang, dengan kondisi perut yang sudah lapar, mencuri dari minimarket adalah salah satu cara yang dilakukan mereka, bahkan mencopet hand phone dari orang yang tengah makan diwarung merupakan salah satu kegiatan yang terlihat normal bagi Radit dan Jani. Dari hasil itulah mereka bisa sedikit bertahan hidup, bahkan jika ada uang tersisa,tidak lupa mereka dibuat untuk have fun, pergi ke diskotik, dugem lalu mabuk dan tidak dilupakan  ngedrug yang merupakan kebiasaan Radit. Hal-hal yang seperti itu  adalah keseharian yang sangat manusiawi bagi pasangan brutal romantic tersebut.

Kisah Radit Dan Jani memang dikemas begitu klasik dan mungkin jarang untuk ditemui dalam kehidupan nyata di Indonesia. Namun kisah cinta yang tergambar diantara mereka memang begitu tulus, hal itu terlihat dari perjuangan dan pengorbanan mereka. Mereka punya prinsip hidup mereka sendiri, kepercayaan cinta mereka jelas terlihat “Semua orang ga ada yang percaya kalau kita akan selalu terus selamanya, mereka semua tuu tau apa sih tentang kita?, bahagia itu kita yang ciptain bukan mereka” lontaran kata-kata itu, yang ditampilkan pada bagian awal film ini, memperlihatkan betapa kuat jalinan cinta diantara mereka. Mereka percaya bahwa kebahagian itu bisa mereka dapatkan dengan ketulusan cinta, bukan hanya dengan harta. Gaya bahasa yang digunakan oleh Radit dan Jani memang begitu mencerminkan keadaan mereka dan memang sarat akan makna, sehingga tak jarang banyak penonton yang kerap mengutip word atau bahasa yang digunakan oleh Radit dan Jani yang dinilai sangat mengena hati.

KETRAGISAN CINTA
        Tetapi sayang pernikahan tidak selalu seindah yang diharapkan. Apalagi setelah Jani diketahui hamil, mereka pun dibangunkan oleh keadaan, bahwa hidup mereka harus berubah. Radit harus segera melepaskan diri dari jeratan narkoba dan juga mendapatkan pekerjaan untuk bisa membahagiakan Jani dan memberi masa depan bagi anak mereka. Awalnya penonton disuguhi adegan-adegan yang menunjukkan betapa seru dan asiknya kehidupan mereka. Lama-kelamaan sang sutradara menghadirkan kenyataan-kenyataan yang membuat miris. Perjuangan dan pengorbanan mereka mulai dimunculkan di sini.

Segala kesusahan yang dialami kedua pasangan ini datang silih berganti. Disaat Jani membutuhkan biaya untuk kehamilannya, sang suami berusaha matian-matian guna menjadi lelaki berguna. Pekerjaan keras pun  rela Radit  lakoni agar bisa dianggap membahagiakan Jani, bahkan pada suatu adegan dalam film ini yang sangat miris adalah ketika, Radit rela buat minum air kencing dari seorang teman laki-lakinya untuk bisa mendapatkan uang, tapi karena memang dasarnya Radit telah kecanduan dengan obat-obatan terlarang, maka uang yang seharusnya buat kebutuhan Jani tergantikan oleh beberapa bungkus heroin.

EVALAUASI
             Jalinan cinta yang mereka jalani salami ini harus terpisah, karena Radit mengembalikan Jani ke keluarganya dengan alasan Radit tidak mampu untuk membahagiakan Jani. Akhirnya Jani menikah dengan orang lain dengan membawa kandungan dari suami tercintanya dulu, Radit.
             Penggambaran dalam film ini memang seperti mengambil kehidupan yang libral, terlihat dari cerita dan tema yang diangkat dari film, meskipun adegan-adegan  di dalamnya tidak terlalu furgal seperti film-film barat yang bergenre sejenis dengan film ini. Seandainya saja sang sutradara, memberikan solusi dari berbagai konflik yang dimunculkan, untuk bisa, pada akhirnya memberikan ending yang bahagia dari film ini, dengan menyatukan cinta Radit dan Jani. Mungkin akan bisa lebih memuaskan penonton.


RANGKUMAN
            Namun terlepas dari semua kekurangan tadi, tema brutal romantik yang dibangun oleh sang sutradara memberikan nuansa berbeda  dalam perfilman Indonesia, yang mana akhinya membawa pada sebuah ketragisan cinta yang tergambar dari film ini, yang mampu menyentuh hati penonton  hingga membuat para penontonnya menangis larut dalam ketragisan cinta Radit dan Jani.


Aku ambil opini ini juga dari beberapa blog yang berkomentar terkait film radit dan jani.
Terimakasih, semoga bermanfaat. Keep saling berbagi :)