Minggu, 08 Juni 2014

AKU DAN RASAMU




Awalnya benih rasa ini benar-benar  tak ada. Awalnya aku melihatmu dengan pandangan biasa. Awalnya pun kita tak saling menghiraukan. Pada akhirnya ruang dan waktu yang memperkenalkan kita. Awal perkenalan itu masih kurasakan biasa, tak ada tatapan special yang kuberikan padamu, begitupun sebaliknya.
Waktu itu , masing-masing kita punya jalan sendiri-sendiri. Kao dengan dia, aku dengan dirinya. Namun seiring berjalannya waktu, semua itu berubah. Kao yang sendiri, sedangkan aku yang mencoba melupakan orang lain…Dan pada akhirnya, jalan yang kita lalui sama. Namu aku tak pernah berfikir, jika dalam jalan itu kao menyimpan banyak rasa yang selama ini terlihat dari tingkahmu..
Pada awalnya ku tak menyadari, namun orang disekitarku begitu paham akan kondisi itu, hingga menyebabkanku larut dalam kondisi itu dan sedikit menyadarinya.
        Mungkin aku telah masuk ke jalan yang penuh rasa yang telah kao buat. Seketika satu kalimat yang kao ucapkan padaku. Begitu cepatnya membuat hati ini luluh..Mungkin waktu itu kao telah menghinoptisku dengan cintamu. Namun aku akui, kao ngungkapin semua itu ngga main-main, aku akui juga rasa yang kao ungkap itu ngga instan, aku tau keseriusanmu dengan berbagai curhatan yang kao berikan untuk meyakinkanku.
        Rasanya hari-hari itu begitu istimewa buat kao dan aku, meski diantara kita belum ada ikatan apa-apa, namun  karena kita udah ngungkapin semuanya, kita merasa lega dan bahagia..Kebahagiaan yang kita rasakan ternyata telah didengar oleh telinga-telinga manusia. Tak dapat dipungkiri,berbagai  rumors pun bertiup seperti angin. Kami pun hanya menanggapinya dengan senyum dan sebuah tawa kecil… Aku dan kao mungkin tak mengerti tentang semua ini.
        Menurutmu sang waktulah yang nanti akan menjawab semua ini. Tapi, sampai saat ini sang waktu masih diam, sejalan dengan kediamanmu.
Begitu cepatkah rasa itu berubah…………??
Aku pun bingung dengan sikapmu, aku membayangkan ucapan yang dulu pernah kao ucap, berharap masih tersimpan dihatimu. Tapi hal itu sepertinya sedikit kao tutupi dengan kediamanmu.. Dan aku pun berusaha mensejajarkan sikapku padamu, padahal itu membuatku sangat sulit.
        Saat ini aku yang udah muali bisa menerimamu, tapi kao malah mengacuhkan itu. Tapi aku percaya, bahwa rasa itu masih ada di dirimu. Aku berusaha setia menunggu rasamu yang dulu agar kembali.. Tapi entahlah, sampai saat ini aku masih belum bisa menemukan semua itu.
        Dalam cerita cinta ini, apakah aku yang terlalu berharap terhadap rasa yng mungkin udah hilang atau mungkin kao yang udah ngemainin persaan ini ??
Tapi apapun itu,,,,,
Semua ini adalah Aku Dan Rasamu :)



By :  Liana Kusumayanti





Tidak ada komentar:

Posting Komentar