Awalnya
benih rasa ini benar-benar tak ada.
Awalnya aku melihatmu dengan pandangan biasa. Awalnya pun kita tak saling
menghiraukan. Pada akhirnya ruang dan waktu yang memperkenalkan kita. Awal
perkenalan itu masih kurasakan biasa, tak ada tatapan special yang kuberikan
padamu, begitupun sebaliknya.
Waktu
itu , masing-masing kita punya jalan sendiri-sendiri. Kao dengan dia, aku
dengan dirinya. Namun seiring berjalannya waktu, semua itu berubah. Kao yang
sendiri, sedangkan aku yang mencoba melupakan orang lain…Dan pada akhirnya,
jalan yang kita lalui sama. Namu aku tak pernah berfikir, jika dalam jalan itu
kao menyimpan banyak rasa yang selama ini terlihat dari tingkahmu..
Pada
awalnya ku tak menyadari, namun orang disekitarku begitu paham akan kondisi
itu, hingga menyebabkanku larut dalam kondisi itu dan sedikit menyadarinya.
Mungkin aku telah masuk ke jalan yang penuh
rasa yang telah kao buat. Seketika satu kalimat yang kao ucapkan padaku. Begitu
cepatnya membuat hati ini luluh..Mungkin waktu itu kao telah menghinoptisku
dengan cintamu. Namun aku akui, kao ngungkapin semua itu ngga main-main, aku
akui juga rasa yang kao ungkap itu ngga instan, aku tau keseriusanmu dengan
berbagai curhatan yang kao berikan untuk meyakinkanku.
Rasanya hari-hari itu begitu istimewa
buat kao dan aku, meski diantara kita belum ada ikatan apa-apa, namun karena kita udah ngungkapin semuanya, kita
merasa lega dan bahagia..Kebahagiaan yang kita rasakan ternyata telah didengar
oleh telinga-telinga manusia. Tak dapat dipungkiri,berbagai rumors pun bertiup seperti angin. Kami pun
hanya menanggapinya dengan senyum dan sebuah tawa kecil… Aku dan kao mungkin
tak mengerti tentang semua ini.
Menurutmu sang waktulah yang nanti akan
menjawab semua ini. Tapi, sampai saat ini sang waktu masih diam, sejalan dengan
kediamanmu.
Begitu
cepatkah rasa itu berubah…………??
Aku
pun bingung dengan sikapmu, aku membayangkan ucapan yang dulu pernah kao ucap,
berharap masih tersimpan dihatimu. Tapi hal itu sepertinya sedikit kao tutupi
dengan kediamanmu.. Dan aku pun berusaha mensejajarkan sikapku padamu, padahal
itu membuatku sangat sulit.
Saat ini aku yang udah muali bisa
menerimamu, tapi kao malah mengacuhkan itu. Tapi aku percaya, bahwa rasa itu
masih ada di dirimu. Aku berusaha setia menunggu rasamu yang dulu agar
kembali.. Tapi entahlah, sampai saat ini aku masih belum bisa menemukan semua
itu.
Dalam cerita cinta ini, apakah aku yang
terlalu berharap terhadap rasa yng mungkin udah hilang atau mungkin kao yang
udah ngemainin persaan ini ??
Tapi
apapun itu,,,,,
Semua
ini adalah Aku Dan Rasamu :)
By : Liana Kusumayanti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar